BAKLAK.NEWS, MINUT — Sebuah rencana besar kini sedang dipersiapkan oleh Bupati Joune J. E. Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung (JGKWL), dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara (Minut).
Diketahui, pasca pertemuan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Restuary Daud, Kamis (8/1/2026) siang, terungkap bahwa pemerintahan JGKWL akan menyiapkan lahan seluas kurang lebih 4.862 hektar untuk pengembangan pertanian dan peternakan terpadu.
“Kita berencana menyiapkan lahan seluas kurang lebih 4.862 hektar yang tersebar di 42 desa untuk kita pakai dalam menopang pengembangan pertanian dan peternakan terpadu,” kata Bupati JG, usai pertemuan.
Dikatakannya lagi, rencana pengembangan pertanian dan peternakan terpadu ini merupakan bagian dari langkah awal implementasi program Water Energy Food Security for Integrated Development (WEFSRID) di bumi Klabat.
Diketahui, WEFSRID merupakan program yang berfokus pada penguatan ketahanan air, energi, dan pangan secara terpadu.
“Hadirnya program ini, daerah akan didorong untuk mengelola sumber daya alam secara kolaboratif, agar sektor-sektor pertanian, peternakan, air, dan energi saling mendukung dan memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Nah, melihat pada potensi yang kita miliki saat ini, kami memandang bahwa Kabupaten Minahasa Utara memiliki instrumen yang cukup dalam mengimplementasikan program tersebut,” ujarnya.
Lebih jauh politisi PDIP yang kini dipercaya sebagai Sekretaris Jendral Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini menyampaikan bahwa ke depan hasil produksi dari program WEFSRID akan disinergikan dengan berbagai inisiatif pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Kebijakan Distribusi Makanan Pangan (KDMP).
“Dengan kata lain, ke depan kita berharap melalui skema ini, KDMP akan berperan sebagai pusat penampungan hasil produksi, sementara SPPG akan mengelola pembelian produk-produk pertanian dan peternakan seperti beras, telur, daging ayam, serta sayur-sayuran,” terangnya.
Ia pun meyakini bahwa jika program ini diimplementasikan dengan baik, maka bukan hanya stabilitas ketersediaan kebutuhan di pasar yang terjaga tapi juga memberi efek positif terhadap peningkatan ekonomi para petani serta pelaku usaha lokal.
“Pada akhirnya, yang kita harapkan ialah selain membuka lapangan kerja, penguatan pembangunan daerah yang berfokus pada ketahanan pangan, air, dan energi bisa dikelola dengan baik dari hulu hingga hilir secara terintegrasi dan berkelanjutan,” tutup Bupati yang sedang menjalani periode kedua ini.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada rincian perihal 42 desa mana saja yang akan dijadikan lokasi pengembangan program strategis tersebut. (**)
















