Baklak.news, BOLSEL– PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) kembali menunjukkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Setelah sebelumnya terlibat dalam konservasi Anoa, kini perusahaan pertambangan emas ini, menjajaki kolaborasi dengan Pemuda Relawan Molibagu (PEREDAM) untuk melindungi Burung Maleo, satwa endemik Sulawesi yang terancam punah.
Sebagai langkah awal, PT JRBM bersama PEREDAM meninjau kawasan konservasi Batumanangis, Desa Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), pada Jumat, 23 Januari 2025.
Kegiatan itu dipimpin General Manager External Relation and Security PT JRBM Andreas Saragih, bersama Manager Corporate Social Responsibility (CSR) Rudi Rumengan, didampingi relawan PEREDAM.
Peninjauan itu difokuskan pada pengamatan lokasi hatchery atau tempat penetasan telur Maleo, dan mendengar langsung tantangan dari para penjaga konservasi di lapangan.
Basri Lamaseke, salah satu penjaga Maleo yang tergabung dalam kelompok modangga suwangge di kawasan Batumanangis mengatakan, hingga kini ia masih aktif mengumpulkan, dan menetaskan lebih dari 30 Telur Maleo untuk diselamatkan dari predator.
Namun, ia mengaku masih membutuhkan dukungan lebih agar upaya konservasi bisa optimal.
“Kami sangat berharap ada perhatian dan dukungan dari perusahaan agar populasi Maleo terus meningkat,” kata Basri.
General Manager External Relation and Security PT JRBM Andreas Saragih mengapresiasi dan mengaku terkesan dengan kawasan konservasi Maleo Batumanangis.
“Lokasinya cukup baik dan perlu mendapatkan perhatian serius. Ini akan kami tindak lanjuti melalui pembahasan manajemen,” kata Andreas.

Di tempat yang sama, Manager CSR PT JRBM Rudi Rumengan mengaku senang kembali terlibat langsung dalam kegiatan pelepasliaran anakan burung Maleo, sekaligus melihat kondisi hatchery telur satwa langka tersebut.
“Pengembangan kawasan ini membutuhkan sinergi semua pihak, baik pemerintah daerah, komunitas PEREDAM, maupun elemen masyarakat lainnya,” kata Rudi.
Pendiri PEREDAM Gaguk Pranagia Prasetyo, menyampaikan apresiasi langkah nyata PT JRBM.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT JRBM yang menunjukkan kepedulian terhadap konservasi burung Maleo,” kata Prasetyo.
Ia berharap hasil peninjauan ini berlanjut pada dukungan berkelanjutan, termasuk pembangunan fasilitas konservasi yang memadai.
“Kami berharap kunjungan PT JRBM bisa terus mendukung perlindungan Maleo secara berkesinambungan,” kata Prasetyo.
Dalam peninjauan itu, Andreas Saragih dan Rudi Rumengan juga melakukan pelepasliaran Burung Maleo.
Setelah meninjau kawasan konservasi Maleo, rombongan PT JRBM juga melihat potensi pemberdayaan ekonomi melalui pengelolaan gula aren atau pinasu.
Mereka mencicipi langsung hasil olahan petani lokal yang selama ini turut menjaga keseimbangan alam dan habitat Maleo. (***)
















