Baklak.news, Bolsel– Relokasi permanen warga terdampak erupsi Gunung Ruang dimulai. Sebanyak 281 warga dari Pulau Ruang, Kecamatan Tagulandang, tiba di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), pada Selasa, 11 Februari 2026.
Rombongan tiba di Pelabuhan Torosik, Kecamatan Pinolosian Timur, sekira pukul 11.00 WITA, setelah menempuh perjalanan laut selama 14 jam dari pelabuhan Bitung. Mereka diberangkatkan dengan Dua Kapal Feri. Kapal pertama mengangkut 170 penumpang, sedangkan yang kedua 111 orang.
Kedatangan para penyintas ini disambut Wakil Bupati Bolsel Deddy Abdul Hamid, bersama jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, dan masyarakat sekitar.
Ratusan warga tersebut merupakan kloter pertama yang akan direlokasi secara permanen dan akan menetap di hunian tetap yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat, di Desa Modisi, Kecamatan Pinosian Timur.
Rumah-rumah tersebut telah dilengkapi dengan dokumen kepemilikan untuk memberikan kepastian hukum bagi para penerima.
Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid menyampaikan rasa syukur atas tibanya para warga dan berharap mereka dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Kami menyambut dengan tangan terbuka. Semoga saudara-saudara kita dapat hidup rukun, dan bersama-sama membangun Bolsel ke depan,” kata Wabup Deddy.
Ia menegaskan, relokasi ini bersifat permanen, sehingga dukungan lintas pemerintah sangat diperlukan, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja.
“Mereka akan memulai kehidupan dari awal. Karena itu, perlu sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah agar proses adaptasi berjalan baik, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pekerjaan dan penghidupan,” kata Wabup Deddy.
Pemerintah daerah berharap kehadiran warga eks Pulau Ruang tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi di Bolsel.
Sementara itu, Ansena Tamasini, warga Desa Lainpatehi, Kecamatan Tagulandang, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia mengakui keputusan meninggalkan kampung halaman bukan hal mudah.
“Ada rasa sedih karena harus meninggalkan tanah kelahiran. Tapi kami bersyukur mendapat tempat tinggal yang layak dan sambutan yang baik di sini,” katanya.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut para asisten daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Pinolosian Timur dan Pinolosian Tengah, dan Sangadi Desa Modisi bersama masyarakat setempat. (*)
















