BAKLAK.NEWS, MINUT — Bupati Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Joune J. E. Ganda, lagi-lagi membuktikan kepiawaiannya membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.
Kali ini hasilnya tergolong luar biasa di mana Kabupaten Minut boleh mendapat aset senilai kurang lebih Rp75 miliar yang sebelumnya dibangun serta dikelola oleh pemerintah pusat.
Tak kalah hebat, aset yang diterima Pemkab Minut ini memiliki peran krusial karena berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan utama setiap orang berupa Pengelolaan Sarana Prasarana Air Baku.
Adapun momentum ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemkab Minut dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dan Balai Penataan Bangunan Prasarana Kawasan, Jumat (6/2/2026) akhir pekan kemarin.
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Roland Maringka, saat dimintai keterangan perihal kegiatan yang pusatkan di atrium Kantor Bupati itu menyebutkan jika capaian tersebut tak lepas dari peran besar Bupati JG.
“Kita bersyukur punya pemimpin (Bupati) yang memiliki kemampuan dalam melakukan lobi serta komunikasi dengan pemerintah pusat. Tidak mudah membangun sarana prasarana dengan nilai fantastis seperti itu. Namun puji Tuhan, berkat kepiawaian Pak Bupati, Kabupaten Minahasa Utara boleh menerima aset berupa sarana prasarana pengelolaan air,” kata Maringka, Senin (8/2/2026).
Menurut dia, tidak mudah melewati proses sehingga aset tersebut boleh beralih ke bumi Klabat.
Apalagi jika melihat proses yang dilalui sampai sarana prasarana tersebut boleh selesai dibangun, khususnya menyangkut pembangunan pipa transmisi di KSPN Likupang yang panjangnya kurang lebih 24 KM.
Maka dari itu, pihaknya selaku yang dipercaya mengelola aset tersebut nantinya, telah berkomitmen untuk memfungsikannya secara maksimal guna menopang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Sesuai petunjuk pimpinan, selain pemenuhan kebutuhan (air) masyarakat, ke depan juga akan kita maksimalkan untuk menunjang sektor pariwisata di Likupang,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati JG dalam arahannya pada momentum serah terima tersebut meminta agar PDAM bisa mengelola aset tersebut dengan semaksimal mungkin.
“Dengan diserahkannya pengelolaan aset ini, kita berharap teman-teman di PDAM bisa mengelola itu dengan semaksimal mungkin dan boleh meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” pinta Bupati JG.
Menurut Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini, upaya meningkatkan PAD sangat perlu dilakukan saat ini mengingat kebijakan efisiensi anggaran yang berimbas pada terpangkasnya dana transfer pusat ke daerah yang masih terus berlaku.
“Jadi, selain untuk memenuhi kebutuhan dasar, ini juga diharapkan bisa memberikan manfaat berkelanjutan dan mendorong pembangunan daerah yang maju serta mandiri,” harapnya.
Maka dari itu, sekali lagi ia berharap PDAM Minut bisa memanfaatkan momentum ini dengan baik sehingga boleh menghasilkan peningkatan PAD yang signifikan.
“Dan tentu ini juga menjadi langkah awal untuk serah terima aset selanjutnya,” kuncinya sembari berharap proyek bendungan Kawangkoan yang menjadi sumber air bagi 3 daerah dan pipa transmisi 24 KM di KSPN Likupang dapat mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal.
Sekadar diketahui, proyek Sistem Penyediaan Air Baku di Desa Lumpias dibangun dengan menghabiskan anggaran senilai Rp52,5 miliar.
Sedangkan proyek Instalasi Air Bersih SPAM KSPN Likupang (di desa Marinsow) dibangun dengan menelan anggaran Rp23,651 miliar. (**)
















