BAKLAK.NEWS, MINUT — Kepala Puskesmas Mubune, dr Diana Caroline, memberi pernyataan soal kondisi terkini para penumpang kapal yang mengalami insiden patah dek di perairan Likupang, tepatnya di seputaran pulau Gangga, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Dikatakannya, di antara kurang lebih seratus penumpang yang mengalami musibah tersebut, ada beberapa yang memerlukan penanganan medis.
“Memang tidak ada yang tergolong fatal, tapi ada yang harus dirujuk dan itu sudah kami lakukan. Korban dirujuk ke RS Angkatan Laut Bitung tadi pagi,” kata dr Diana, Jumat (6/2/2026).

Meski begitu, ia memastikan jika kondisi sebagian besar para korban masih sangat memungkinkan untuk dirawat di desa.
“Memang ada yang trauma, ada pula yang butuh penanganan (medis) lebih tapi untuk sementara penanganan kita lakukan di desa. Dan puji Tuhan, sejauh ini masih aman dan terkendali,” ujarnya.
“Dan kita berharap semoga seterusnya tetap aman sampai situasi benar-benar pulih,” tutupnya sembari menyebutkan bahwa tidak ada korban yang cedera.
Sekadar diketahui, insiden terjadi Kamis (5/2/2026) siang itu, diduga kuat dipicu oleh jumlah penumpang yang telah over kapasitas.
Hal tersebut menyebabkan dek kapal dengan kapasitas kurang lebih 50-75 orang tersebut patah.
Celakanya, insiden ini terjadi saat kapal sudah di tengah perjalanan menyeberang ke pulau Talise tepatnya di antara Likupang dan pulau Gangga.
Adapun jarak tempuh Likupang-Talise membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit.
Di satu sisi, membludaknya penumpang kapal tersebut disebut-sebut ada kaitannya dengan upacara adat Tulude. (**)
















