BAKLAK.NEWS, SITARO — Pasca dilakukan evakuasi dari Pulau Kaluhaghi, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO), tempat ditemukannya sesosok mayat pria tanpa identitas, pihak Kepolisian Sektor Biaro langsung membawa korban ke Puskesmas Biaro di Kampung Lamanggo guna dilakukan otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Biaro, IPTU Adri Ulag, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pakaian korban untuk mencari dokumen atau identitas diri. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Setelah kami memeriksa saku celana milik korban, kami tidak menemukan identitas apa pun. Namun kami menemukan sejumlah uang asing jenis Peso Filipina,” ujar IPTU Adri Ulag kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, uang asing tersebut terdiri dari tiga lembar uang kertas dan tujuh belas keping uang logam Peso Filipina.
Temuan ini memunculkan dugaan bahwa korban kemungkinan memiliki keterkaitan dengan warga negara asing, meski hal itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil visum luar, ditemukan adanya luka bekas kekerasan pada bagian wajah dan kepala korban.
“Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban sengaja dibunuh dan kemudian dibuang ke laut. Namun yang pasti, di bagian wajah korban terdapat bekas kekerasan yang diduga akibat benda tumpul,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, 3 nelayan asal Kampung Tope yang hendak melepas jaring landra sekitar pukul 09.00 WITA, mereka mengaku sempat melihat sebuah perahu jenis pamboat, mirip perahu tradisional nelayan Filipina, berwarna biru berukuran sedang dengan kondisi cadik (sema-sema) sudah agak tenggelam, berada di sekitar Pulau Tembonang, tidak jauh dari Pulau Kaluhaghi, lokasi penemuan jenazah.
Dan perahu tersebut terlihat membawa 5 orang dan bermuatan ayam, terlihat mulai dari bagian depan hingga belakang.
Karena mengira perahu tersebut milik warga lokal yang hendak melakukan sambung ayam, para nelayan sempat menyarankan agar perahu tersebut menuju Kampung Tope untuk memperbaiki kondisi pamboat yang rusak.
Sementara itu, Camat Biaro, Nofianus Langkedeng, menyatakan bahwa apabila jenazah yang ditemukan benar merupakan warga negara asing, maka hal tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Biaro, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pemerintah setempat, pihak kepolisian, Babinsa, maupun aparat kampung apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui dan kasus tersebut masih dalam penanganan intensif pihak Kepolisian Sektor Biaro. (gustap)

















