BAKLAK.NEWS, SITARO — Kondisi landasan pelabuhan penyeberangan Minanga di Kecamatan Tagulandang Utara (Tagut), kini kian memprihatinkan.
Pasalnya, area yang menjadi jalur perlintasan kendaraan penyeberangan kini kondisinya sudah terbilang memprihatinkan.
Tidak heran jika kemudian sejumlah elemen masyarakat mulai angkat bicara.
Salah satunya adalah Ketua LSM Harimau SITARO, Ivon Bawotong.
Menurut dia, kondisi landasan pada jembatan penyeberangan pelabuhan feri Minanga kini sudah sangat membahayakan sehingga diperlukan tindakan perbaikan bersifat segera.
“Jangan nanti sudah terjadi musibah atau sudah ada korban jiwa baru dapat atensi. Saya kira saat inilah momen yang tepat untuk bersikap,” pinta Bawotong, Senin (16/3/2026).
Dikatakannya, kondisi jembatan yang telah mengalami kerusakan cukup parah ini menghambat aktivitas kendaraan yang hendak naik dan turun dari kapal feri.
Bahkan, sejumlah pengendara mengaku harus ekstra hati-hati karena struktur jembatan tidak lagi stabil dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Ini sangat berisiko, apalagi kalau kendaraan yang bermuatan berat. Kami berharap ada perhatian serius dari dinas terkait,” serunya.
Bahkan, ia mengusulkan agar pemerintah dapat segera melakukan perbaikan darurat, misalnya dengan menggunakan batang kelapa atau material seadanya guna memperkuat bagian jembatan yang rusak.
Ini penting, sambung dia, demi mencegah terjadinya musibah, termasuk menjaga alur distribusi barang baik ke luar daerah maupun masuk.
“Bisa dibilang pelabuhan penyeberangan merupakan bagian dari urat nadi ekonomi. Nah, apa jadinya jika kemudian urat ini putus?” sorotnya.
Maka dari itu, ia berharap instansi terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan penanganan cepat.
“Masa kemarin-kemarin boleh ada perbaikan walaupun sifatnya darurat, lantas hari ini tidak bisa,” kuncinya.
Sekadar diketahui, untuk wilayah Tagulandang, keberadaan pelabuhan feri Minanga sangat vital, karena ada satu pelabuhan penyeberangan di sana. (**)
















