BAKLAK.NEWS, SITARO — Sejumlah warga terdampak bencana erupsi gunung Ruang mengaku seperti sedang melewati ujian kesabaran berjilid-jilid.
Betapa tidak, tinggal beberapa saat lagi, sudah memasuki tahun kedua pasca erupsi besar gunung Ruang, namun proses pencairan bantuan masih seperti terkatung-katung serta terkesan tak ada kejelasan.
Tidak heran jika di beberapa kesempatan, sejumlah warga kiat tak terkontrol “menyerang” pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku OPD paling bertanggungjawab terhadap urusan bantuan.
“Katanya ada tim akan turun survei di akhir tahun kemarin, lantas di mana tim itu? Sekarang sudah di tahun yang baru, apalagi alasannya sehingga tim survei tak kunjung datang,” sorot sejumlah warga Kelurahan Bahoi yang sedang menunggu dana bantuan sisa dicairkan.
Menurut mereka, harusnya di akhir tahun kemarin semua sudah direalisasi mengingat sebagian warga yang terdampak akan merayakan hari raya besar yakni Natal dan menyambut Tahun Baru.
“Kalau begini, kasihan kami yang terpaksa harus merayakan Natal dan Tahun Baru dengan suasana yang tak betul-betul bahagia,” aku mereka lagi.
Sementara itu, Ketua LSM Harapan Indonesia Maju (HARIMAU) Kabupaten SITARO, Ivon Bawotong, turut menyayangkan sikap BPBD yang tidak memberi informasi jelas sehubungan dengan molornya pencairan sisa bantuan.
“Janji tinggal janji. Sampai kapan lagi masyarakat menahan kekecewaan ini? BPBD harusnya memberi penjelasan yang jelas ini,” ujar Bawotong, Sabtu (3/1/2026).
Menurut dia, jika BPBD terus-terusan tidak pro aktif memberikan informasi soal bantuan sisa tersebut, maka itu akan berdampak pada nama baik pimpinan daerah.
“Saya kira sejauh ini ibu Bupati telah bekerja ekstra, jangan sampai sikap BPBD yang seperti acuh tak acuh begini, membuat orang berpikir negatif. Sekali lagi, masyarakat butuh kejelaaan,” kuncinya. (**)

















