• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak
Jumat, 10 April 2026
BAKLAK NEWS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLMONG RAYA
    • KOTAMOBAGU
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLSEL
    • BOLTIM
  • SULUT
  • MINUT
  • NUSA UTARA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • HUKRIM
  • OPINI
  • LAINNYA
    • ENTERTAINMENT
    • FEATURED
    • INTERNASIONAL
    • LIFESTYLE
    • OLAHRAGA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • WISATA
  • BERANDA
  • BOLMONG RAYA
    • KOTAMOBAGU
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLSEL
    • BOLTIM
  • SULUT
  • MINUT
  • NUSA UTARA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • HUKRIM
  • OPINI
  • LAINNYA
    • ENTERTAINMENT
    • FEATURED
    • INTERNASIONAL
    • LIFESTYLE
    • OLAHRAGA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • WISATA
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Perburuan Satwa Liar: Bom Waktu Penyakit Menular di Bolmong 

Adhe Firmansyah by Adhe Firmansyah
Minggu, 5 November 2023
in Berita Utama, Bolmong, Pilihan Redaksi, Terkini
0
Perburuan Satwa Liar: Bom Waktu Penyakit Menular di Bolmong 

Tapal batas antara desa dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, di Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat. (Foto: Adhe Firmansyah/Baklak)

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) adalah kawasan konservasi darat terbesar di Pulau Sulawesi. Letaknya di dua provinsi, yakni Sulawesi Utara dan Gorontalo, dengan luas kawasan 282.008,757. Taman Nasional ini adalah rumah bagi keanekaragaman hayati dan memiliki satwa yang endemik dan ikonik; babi rusa, anoa, dan atau maleo. Namun berbagai persoalan dihadapi oleh TNBNW. Salah satunya adalah perburuan satwa liar untuk diperdagangkan dan dikonsumsi dengan resiko penyakit zoonotik yang bisa menular kepada manusia di masa depan.

Hingga pertengahan Oktober 2023, kemarau panjang belum memiliki tanda kapan berakhir. Namun seorang petani berbaju lengan panjang, bercelana pendek, dengan rambutnya yang sudah beruban, masih berharap hujan segera turun. Lahannya terus mengering dan belum bisa ditanami jagung. Kondisi ini pun berimbas ke hasil tangkapan sampingannya: satwa liar. Letaknya berdekatan dengan kawasan konservasi di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). 

“Karena musim kering, sudah jarang pasang dodeso,” ujarnya.

Dodeso adalah sebutan umum masyarakat di Sulawesi Utara yang bermakna jerat atau jebakan untuk menangkap hewan. Dodeso dipakai petani seperti dirinya dan juga para pemburu satwa liar lainnya  di TNBNW. Selain biaya kecil, dodeso dapat menghindari intaian Polisi Hutan (Polhut) saat berpatroli; dibandingkan jika berburu menggunakan senjata yang dapat menimbulkan suara. Hanya bermodalkan tali, dibantu kayu yang kuat dan kepiawaian dalam merakit, ia bisa menangkap berbagai jenis satwa liar itu dengan jebakan buatannya. 

Saya menemui petani ini di Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Dengan alasan keamanan dan sering “kucing-kucingan”, petani tersebut tidak ingin namanya disebutkan.

Petani berusia 60an tahun ini bercerita, awalnya memasang dodeso hanya untuk menangkap babi hutan yang masuk ke area tanaman jagungnya. Babi hutan sendiri secara umum hidup berkelompok. Saat masuk ke ladang warga, pemimpin babi hutan bertugas merobohkan tanaman. Kelompok babi hutan kemudian dapat memakan jagung tanaman petani secara bersama-sama. 

“Banyak yang meminta untuk dipasang dodeso di dekat perkebunan, karena babi hutan dan monyet mengganggu tanaman mereka,” ujarnya. 

PENGAMANAN: Salah satu petani di Desa Matayangan, Dumoga Barat memasang jaring untuk menghalau satwa liar masuk ke area perkebunannya. (Foto: Adhe Firmansyah/Baklak)

Petani ini mengaku sudah membuat dodeso sejak 30 tahun lalu, hingga akhirnya menjadi penghasilan samping yang menggiurkan, selain sebagai petani. Itu berarti hampir separuh dari hidupnya dihabiskan untuk menjerat satwa liar. Ia memasang jerat di area TNBNW. Bagi sebagian masyarakat di Bolmong, kawasan taman nasional itu disebut hutan lindung. 

“Paling banyak yang saya dapat tujuh ekor, pernah mendapat babi seberat 60 kilogram,” katanya mengingat-ingat hasil tangkapannya.

Namun ternyata dodeso tidak pilih-pilih jenis satwa apa yang akan ditangkap. Dari hasil dodeso-nya, tak jarang ia sering mendapatkan buruan babirusa; satwa liar endemik Sulawesi dan dilindungi di Indonesia.

Ia mengetahui persis ciri-ciri babirusa, karena bertaring panjang, mencuat dan melengkung di atas mulut. Kebanyakan orang Bolmong menyebut babirusa sebagai babi utang, babi putih, atau babi budo.

“Kalau babi hutan lebih banyak rambutnya, sedangkan babi putih (babirusa) kurang rambut atau botak. Saya tahu itu babi putih (babirusa) dilindungi,” katanya mengakui.

Harga pasaran daging satwa liar di kawasan Dumoga sekitarnya atau dikenal dengan istilah “Dumoga Bersatu” dijual antara 35 ribu rupiah-40 ribu rupiah per kilogram. Namun harga ini akan lebih tinggi ketika dijual ke pasar. Meski telah puluhan tahun berburu sekaligus menjadi bertani, ia mengaku belum bisa menambah penghasilan dan kebutuhan hidup sehari-hari. 

“Biasanya kalau dapat satu-dua ekor, hanya dijual di rumah. Kalau dapat lebih, dijual ke pengepul dekat rumah sini,” terangnya.

Pengakuan kurang lebih sama diungkapkan mantan pemburu yang kini telah menjadi abdi negara. Ia juga tak ingin namanya disebutkan karena masih mengonsumsi daging satwa liar hingga kini. Ketika masih menjadi pemburu, ia sering mencari satwa liar di TNBNW. Beberapa teknik dodeso menggunakan tali pernah ia lakukan. Tinggal memasang jerat, kemudian ditinggalkan. 

“Harus rajin memantau dodeso karena rasa daging babi hutan akan pahit jika sudah mati lama,” ungkap mantan pemburu yang berdomisili dekat TNBNW itu.

Ia juga menyebut pemasangan jebakan tak hanya untuk mendapatkan babi hutan dan babirusa. Satwa liar endemik Sulawesi lainnya bisa masuk jeratan. Beberapa yang disebut dengan nama lokal adalah sapi utang (anoa) dan yaki atau wolai (monyet hitam Sulawesi). Selain itu, ia juga menangkap buruan lain seperti paniki (kelelawar), patola (ular piton) dan tikus hutan. 

HEWAN ENDEMIK: Koleksi tengkorak anoa milik mantan pemburu,  menurutnya berusia enam tahun dihitung dari garis di bagian tanduk. (Foto: Adhe Firmansyah/Baklak)

“Semuanya ada cara penangkapan dan waktunya. Harus sediakan tombak untuk membunuh, karena hewan-hewan yang terjerat dodeso akan menyerang,” bebernya.

Alasannya berburu satwa liar ketika itu karena kebutuhan ekonomi demi menghidupi keluarga. Pekerjaan sebelumnya sebagai buruh, tidak mampu menutup kebutuhan sehari-hari. 

“Ketika masih menjadi pemburu, hasilnya bisa menutup kebutuhan dapur selama tiga minggu,” kenangnya.

 

 

Meski sudah tidak menangkap satwa liar selama bertahun-tahun, namun ia tetap masih mengonsumsi satwa liar hasil perburuan orang lain. Alasannya karena satwa liar memakan bahan alami dari hutan dibandingkan yang ternak. 

“Kalau babi ternak sudah dicampur dengan pakan buatan pabrik,” katanya.

Ia punya pengalaman buruk ketika mengonsumsi paniki atau kelelawar di sebuah rumah makan di Kabupaten Minahasa. Kelelawar tersebut telah diberi formalin agar bisa bertahan lebih lama saat dijual. Dugaannya kelelawar yang telah diberi formalin itu berasal dari luar Sulawesi Utara karena telah menempuh perjalanan berhari-hari. 

“Saat makan, tercium bau formalin dari daging paniki, saya langsung membuangnya. Saya heran mereka para penampung tega memasukkan formalin demi keuntungan lebih,” keluhnya.

Ketika disinggung mengenai zoonosis, mantan pemburu ini tidak mengetahui kalau ada bahaya zoonosis saat kontak langsung dengan satwa liar. 

“Saya tidak tahu itu zoonosis, baru dengan namanya,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan di salah satu pengepul di kawasan Dumoga Barat, babi hutan adalah salah satu satwa yang paling banyak dicari. Ketika didatangi, seorang pengepul mengaku kehabisan stok daging babi hutan maupun babirusa di lemari pendingin. Hanya dalam waktu dua jam, babi hutan telah habis, bahkan tak sempat didistribusikan ke pasar tradisional, karena dibeli warga sekitar. Puluhan kilogram daging satwa liar tersebut diperjualbelikan lewat media sosial.

“Daging-dagingnya sudah habis, Pak,” kata seorang pengepul perempuan.

Bahaya Penyakit Zoonotik

Perburuan dan perdagangan satwa liar untuk dikonsumsi dilakukan sejak puluhan tahun di kawasan TNBNW. Hingga saat ini telah terjadi penurunan populasi satwa liar yang diakibatkan aktivitas perburuan ini. Pekerjaan sampingan sebagai pemburu digeluti untuk menutupi kebutuhan ekonomi. 

Mirisnya sebagian besar satwa liar tersebut adalah endemik Sulawesi dan keberadaanya kini masuk dalam kategori terancam punah. 

Penggiat konservasi dan juga pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado, John Tasirin, bahwa keanekaragaman hayati di Sulawesi memiliki tingkat endemisitas tertinggi di dunia dan terkenal sebagai kawasan konservasi bio-ekologi yang sangat berharga. 

Dari 165 jenis mamalia endemik Indonesia, 46% berada di Sulawesi. Lalu 62% dari 127 jenis mamalia Sulawesi adalah endemik. Daratan Sulawesi juga merupakan rumah bagi 84 dari 233 jenis burung endemik, mencakup lebih dari sepertiga dari total 256 jenis burung endemik Indonesia. Selain itu, 29 dari 104 jenis reptilia Sulawesi adalah endemik; menyumbang seperlima dari total 150 reptilia endemik Indonesia.

Menurutnya semenanjung utara Sulawesi, terutama tanah Minahasa, Totabuan, dan Gorontalo, menjadi area kunci dengan 86% dari 103 jenis burung endemik Sulawesi. Kawasan ini juga mendukung sebanyak 38 jenis tikus endemik Sulawesi, termasuk 45% di antaranya yang berada di semenanjung utara. Selain itu, 20 dari 24 jenis kelelawar buah endemik Sulawesi ditemukan di semenanjung utara, mencakup lebih dari 83% dari total jenis tersebut. 

Penelitian Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dilansir dari WHO.int menunjukkan bahwa enam dari sepuluh penyakit menular saat ini adalah zoonosis. Dengan tiga dari empat penyakit infeksi baru pada manusia bermula dari hewan. Jumlah penyakit yang ditularkan dari hewan terus meningkat, diperkirakan lebih dari 200 jenis zoonosis di seluruh dunia. Beberapa contoh meliputi flu, nipah, virus Hendra, rabies, malaria, leptospirosis, COVID-19, cacar monyet, dan sebagainya.

HIJAU: Jalan menuju perbukitan TNBNW di Bolmong. (Foto: Adhe Firmansyah/Baklak)

Virus nipah, misalnya, berpotensi menjadi pandemi di masa depan. Virus ini berasal dari kelelawar buah yang menularkan ke babi ternak, dan kelelawar menjadi reservoir alaminya. Meskipun tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar, virus ini dapat menyebabkan sakit demam pada babi yang terinfeksi. Virus nipah dapat menular ke manusia melalui babi dan kelelawar, menyebabkan berbagai penyakit yang berpotensi serius.

Kepala Balai TNBNW Anis Suratin menjelaskan, pihaknya mengantisipasi virus nipah. Hingga kini virus nipah belum terdeteksi masuk ke Indonesia, termasuk TNBNW. Namun sekarang, TNBNW sedang menghadapi virus non zoonosis, yaitu African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika sejak Juli 2023. 

“Sudah ada ASF terdeteksi positif di bangkai babi hutan sus celebensis awalnya ditemukan di Desa Pinogu, Gorontalo. Di Sulut sudah ada babi hutan positif ASF ditemukan di Desa Toraut, Bolmong, dekat TNBNW,” jelasnya.

Banyak faktor penyebab tertularnya ASF dari babi ternak ke babi hutan di TNBNW. Beberapa dugaan yang didapat pihak Balai TNBNW, seperti babi domestik terpapar ASF mati dalam perjalanan masuk ke Sulut. Lalu dibuang ke sungai di Bolaang Mongondow Selatan, dan sungai mengalir membawa patogen ASF dan terkena ke babi hutan di TNBNW.

“Pemburu satwa liar turut menjadi biang keladi pembawa virus ASF di TNBNW,” jelas Anis.

TNBNW kini menerapkan biosecurity, yakni melakukan pengamanan bangkai mati agar tidak menular ke satwa liar lain. Dengan cara bangkai babi hutan dikubur, lalu menyemprotkan disinfektan. 

“Tim Patroli selalu membawa APD (alat pelindung diri) dan desinfektan, agar ketika menemukan bangkai babi hutan langsung menerapkan biosecurity,” terangnya.

Pihak tak menutup mata bahwa TNBNW masih ada perburuan satwa liar, penebangan pohon, hingga penambangan emas liar. Menurut Anis fungsi utama taman nasional berupa hutan dan ekosistem didalamnya, hadir untuk warisan ke generasi berikutnya. Jika salah satu keanekaragaman hayati punah, maka tidak akan tergantikan. 

“Tanggung jawab konservasi tidak hanya pemerintah. Kami (TNBNW) tidak bisa berjalan sendiri. Harus bergandengan tangan, termasuk dengan masyarakat,” terangnya.

KEBUTUHAN: Air dari TNBNW mengalir ke bendungan Toraut demi keperluan pertanian dan kebutuhan manusia. (Foto: Adhe Firmansyah/Baklak)

Tiga Kabupaten di Sulawesi Utara berbagi perbatasan langsung dengan TNBNW, dan salah satunya adalah Bolmong. Dari 125 desa penyangga TNBNW, sejumlah besar terletak di wilayah Bolmong. Menariknya, Desa Matayangan bahkan berada di dalam area TNBNW, menjadi salah satu enclave yang memiliki hubungan khusus dengan taman nasional tersebut.

TNBNW memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Selain kehadiran hutan untuk kebutuhan oksigen, aliran sungai dimanfaatkan sebagai sumber air bagi pertanian di Bolmong. 

 

 

“Mari kita jaga bersama Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang menghidupi kehidupan manusia di dua provinsi ini,” imbaunya.

Penerapan One Health

Jika perburuan, perdagangan, dan konsumsi satwa liar ini tidak diantisipasi, maka di masa yang akan datang dikhawatirkan justru hanya akan menjadi bom waktu kemunculan penyakit menular, yakni zoonosis di Bolmong. 

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bolmong, Yulin Papuling mengatakan sudah menerapkan one health. Meski begitu, ia tidak merinci apa saja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bolmong terkait one health. 

“Program one health masih berjalan,” katanya didampingi Kepala Bidang pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).

Menurut Yulin, belum ada kasus zoonosis yang disebabkan oleh satwa liar ke manusia di Bolmong. Namun, ada penularan zoonosis dari hewan peliharaan ke manusia, yaitu kasus rabies yang terjadi di sebuah acara duka di Desa Dumoga Satu, Kecamatan Dumoga, pertengahan Januari 2023. Ketika itu satu orang dikabarkan meninggal dunia. 

“Dua orang kena gigitan anjing. Salah satu korban tidak mau divaksin dan meninggal dunia,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Bolmong kemudian melakukan vaksin rabies kepada orang-orang yang ada di acara duka tersebut, karena adanya konsumsi minuman dari gelas yang sama.

“Pasca kejadian, kami vaksin 56 orang yang menghadiri acara tersebut,” ungkap Yulin. 

DIJUAL: Anjing yang hendak dibawa ke pasar diperiksa tim gabungan, di Lolak, Bolmong, Desember 2022. (Foto: Adhe Firmansyah/Baklak)

Ia kemudian meminta masyarakat untuk melapor jika mendapati kejadian serupa. Sementara terkait dengan penyakit ASF, Dinas Kesehatan Bolmong menurutnya masih menunggu surat edaran. 

“ASF bukan ke kami (Dinas Kesehatan) tetapi ke Dinas Pertanian,” ujarnya lagi.

Veteriner Sulut, drh Louise Kumaunang menjelaskan, zoonosis atau penyakit zoonotik adalah penyakit menular dari hewan ke manusia, atau sebaliknya. Patogen penularan berupa virus, jamur dan parasit, pemburu satwa liar, peternak, memelihara hewan, dokter hewan; termasuk beresiko tinggi, karena kontak langsung. 

 

“Virus yang berada di tubuh manusia, dapat menular ke manusia lain,” jelas Louise.

Ia menjelaskan lagi, mengonsumsi satwa liar juga berpotensi tinggi. Urin atau saliva (air liur) hewan yang terinfeksi, menjadi salah satu medium penularan zoonosis tersebut. Ia juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi satwa liar atau hewan peliharaan yang berpotensi zoonosis dan berdampak ke perubahan ekosistem.

Sebagai contoh, katanya, terganggunya ekosistem adalah ketika buah durian di Sulut kini terasa hambar. Hal ini dipengaruhi jumlah kelelawar berkurang. Durian yang enak berasal dari luar Sulut, di mana masih banyak kelelawar. 

“Kelelawar di Sulut berkurang karena perburuan. Padahal kelelawar mempunyai peran penting dalam pembuahan durian,” ungkap Louise.

Menurutnya hutan yang beralih fungsi demi kepentingan manusia, berpotensi penyakit zoonotik. Dulunya satwa liar berada di hutan, namun banyak sudah turun ke pemukiman atau pertanian warga. 

“Banyaknya penyakit muncul berasal dari perubahan ekosistem. Ulah manusia merugikan manusia itu sendiri, satwa liar, dan alam,” terangnya.

Dijelaskannya lagi, zoonosis paling tinggi di Sulut yakni virus Rabies, di mana monyet, anjing, dan kucing dinyatakan berbahaya. Anjing dan yaki (monyet hitam Sulawesi) menularkan rabies dari gigitan. Sementara kucing dari cakaran karena kebiasaan menjilat tubuh. 

“Target virus rabies adalah otak manusia. Semakin dekat luka gigitan ke otak, semakin cepat menunjukkan gejala. 100 persen virus rabies mematikan, 100 persen dapat disembuhkan asalkan mendapatkan penanganan tepat,” terang dokter hewan Pemkab Minahasa ini.

Dari data yang ia miliki menyebutkan, sejak Januari sampai September 2023, setidaknya 18 orang meninggal di Sulut karena rabies. Jumlah ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang mencapai 12 orang meninggal. 

Menurut Louise perlu adanya program one health, yang merupakan suatu upaya pendekatan lintas sektor. Banyak sektor akan terkait dalam pencegahan dan penanganan penyakit infeksi baru atau berulang. 

Program Manager Animal Friends Manado Indonesia (AFMI) Frank Delano Manus, meneliti tentang pengangkutan hewan-hewan termasuk satwa liar ke pasar. Berbagai hewan tersebut diangkut menggunakan mobil secara bersama-sama.

DIANGKUT: Mobil membawa berbagai satwa liar, dicegat di depan Polsek Lolak, saat razia gabungan, Desember 2022. (Foto: Adhe Firmansyah/Baklak)

“Tidak mungkin transportasi mengangkut hewan sendiri-sendiri. Semua dicampur dalam satu wadah,” katanya, saat ditemui di shelter AFMI, di Lahendong, Kota Tomohon.

Para pengepul dan penjual biasa menyebut daging campur. Semua hewan dalam keadaan mati dijadikan satu, lalu diberi es balok dan garam. Pengamatan Frank, hewan-hewan yang biasa berada di dalam mobil seperti, babi hutan, anjing, kelelawar, ular piton, dan kucing. 

“Otomatis seperti mencampur virus. Hewan lain yang sebenarnya tidak ada virus, bakteri dan parasit, menjadi terkontaminasi,” terangnya. 

Sementara John Tasirin mengatakan, salah satu akibat mengonsumsi satwa liar adalah mirip penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah penyakit otak, berdampak kurangnya daya ingat, perubahan perilaku, dan daya pikir berkurang. 

“Mungkin di Sulut dianggap normal, karena faktor umur. Tapi itu adalah penyakit jangka panjang yang sudah banyak literasinya, akibat mengonsumsi satwa liar,” ungkap penyandang gelar PhD ini.

Satwa liar yang menyebabkan penyakit mirip alzheimer adalah kelelawar. Penelitian tersebut berlangsung di salah satu suku di Pulau Hawaii, yang menggemari makan kelelawar. 

“Mungkin belum banyak yang mengungkap tentang ini,” ucap John. 

Alexandra Tatgyana Suatan dari Indonesia One Health University Network (INDOHUN), menguraikan peran penting one health pada zoonosis. One health adalah pendekatan terpadu yang bertujuan untuk menyeimbangkan dan mengoptimalkan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem secara berkelanjutan. Hal itu ia sampaikan saat workshop jurnalis bertajuk “Dapatkah Kita Mencegah Pandemi Berikutnya?” yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, pada tanggal 10-11 September 2023, di Jakarta.

Menurutnya One Health mengakui bahwa kesehatan manusia, hewan peliharaan, satwa liar, tumbuhan, dan lingkungan yang lebih luas (termasuk ekosistem) saling terkait erat dan saling bergantung. Pendekatan ini memobilisasi berbagai sektor, disiplin ilmu, dan komunitas di berbagai tingkat masyarakat. Kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem saling bergantung dan dipengaruhi oleh perubahan yang cepat. Seperti lingkungan dan iklim, makanan dan pertanian, perilaku manusia dan konstruksi masyarakat, serta ekonomi.

“Semua bekerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi ancaman terhadap kesehatan dan ekosistem. Sambil mengatasi kebutuhan kolektif akan makanan, air, energi, dan udara yang sehat,” ucap Alexandra.

Tulisan ini bagian dari fellowship “Dapat Kita Mencegah Pandemik Berikutnya?” yang didukung oleh AJI Indonesia.

 

Tags: babi hutandodesosatwa liaryakizoonosis

Related Posts

Pertanyakan Kejelasan Sisa Dana Bantuan, Puluhan Warga Korban Erupsi Gunung Ruang  “Goyang” Kantor Camat Tagulandang
Hukrim

Pertanyakan Kejelasan Sisa Dana Bantuan, Puluhan Warga Korban Erupsi Gunung Ruang  “Goyang” Kantor Camat Tagulandang

Kamis, 5 Maret 2026
Merawat Luka Bumi: Kacang Asu dan Jejak Hijau di Bekas Tambang Lanut
Featured

Merawat Luka Bumi: Kacang Asu dan Jejak Hijau di Bekas Tambang Lanut

Minggu, 8 Februari 2026
Di Bawah Kanopi Hijau Blok Lanut, Melly Menanti Peran
Pilihan Redaksi

Di Bawah Kanopi Hijau Blok Lanut, Melly Menanti Peran

Minggu, 8 Februari 2026
Terkini

PT JRBM Perkuat Kapasitas Komunikasi Melalui Pelatihan Menulis

Senin, 19 Januari 2026
Pemkab Bolsel Resmi Terapkan FWA bagi ASN
Terkini

Pemkab Bolsel Resmi Terapkan FWA bagi ASN

Senin, 12 Januari 2026
Opini

2025: Tahun Kerja, Bukan Retorika

Rabu, 31 Desember 2025
Next Post
Bupati Iskandar Kamaru Sidak Gudang Persediaan Obat

Bupati Iskandar Kamaru Sidak Gudang Persediaan Obat

Please login to join discussion

POPULAR NEWS

Diduga Arahkan Pendukung Pilih Paslon PDIP dan Perindo, Anggota DPRD Sitaro Bob N Janis Terancam Dipecat

Diduga Arahkan Pendukung Pilih Paslon PDIP dan Perindo, Anggota DPRD Sitaro Bob N Janis Terancam Dipecat

Sabtu, 14 Desember 2024
TERUNGKAP! Ini Penyebab  Pemuda Asal Kampung Humbia Tagulandang Selatan Nekat Gantung Diri

TERUNGKAP! Ini Penyebab  Pemuda Asal Kampung Humbia Tagulandang Selatan Nekat Gantung Diri

Kamis, 22 Mei 2025
Ada Pelamar “Siluman” Lolos Verifikasi Berkas Seleksi PPPK di Minut? Begini Tanggapan Kepala BKPSDM

Ada Pelamar “Siluman” Lolos Verifikasi Berkas Seleksi PPPK di Minut? Begini Tanggapan Kepala BKPSDM

Rabu, 26 Februari 2025
Ada Darah Keluar dari Hidung Mayat yang Ditemukan  di Kampung Binalu Siau Timur Selatan, Ini Pejelasan Kapolsek IPDA Recky Madoa

Ada Darah Keluar dari Hidung Mayat yang Ditemukan di Kampung Binalu Siau Timur Selatan, Ini Pejelasan Kapolsek IPDA Recky Madoa

Kamis, 10 Juli 2025
IRONIS! Diduga ini Penyebab Pemuda Asal Kampung Birakiama Kabupaten Sitaro Nekat Gantung Diri

IRONIS! Diduga ini Penyebab Pemuda Asal Kampung Birakiama Kabupaten Sitaro Nekat Gantung Diri

Kamis, 12 Juni 2025

EDITOR'S PICK

Pj Wali Kota Kotamobagu Ucapkan Selamat HUT ke-71 Pelprip GPdI Sulut

Pj Wali Kota Kotamobagu Ucapkan Selamat HUT ke-71 Pelprip GPdI Sulut

Sabtu, 26 Oktober 2024
Wali Kota Kotamobagu Hadiri Rakornas Kada dan Forkopimda se Indonesia

Wali Kota Kotamobagu Hadiri Rakornas Kada dan Forkopimda se Indonesia

Selasa, 17 Januari 2023
Bupati CHIKA Lepas 14 Atlet Panjat Tebing ke Lomba North Minahasa Climbing Competition

Bupati CHIKA Lepas 14 Atlet Panjat Tebing ke Lomba North Minahasa Climbing Competition

Kamis, 24 April 2025
Pemkab Bolsel Tiadakan Safari Ramadan

Pemkab Bolsel Tiadakan Safari Ramadan

Selasa, 27 April 2021

BAKLAK.NEWS

Kebebasan adalah semangat yang memberikan keberanian untuk dijadikan modal kepercayaan kepada publik. Kami yakini, publik akan berada di gerbang semangat pers Indonesia. Publik jenuh akan Pers yang dikuasai oleh politisi, pengusaha berkepentingan, dan pemodal yang mencari kekuasaan.
Kami hadir untuk tidak menjadi pers politisasi, apalagi pers kekuasaan. Salam

Slot Gacor BALI19 BALI19 BALI19 AATOTO BALI19 situs toto slot resmi toto slot online situs toto slot toto slot gacor slot online aatoto AATOTO BALI19 BALI19 BALI19 MOTOSLOT MPOSAKTi BALI19 BALI19 BALI19 AATOTO BALI19 BALI19 MPOSAKTI BALI19 AATOTO slot777 mposakti aatoto mposakti MPOSAKTI ARENA39 MPOSAKTI MPOSAKTI Slot88 mposakti mposakti mposakti MOTOSLOT MOTOSLOT MOTOSLOT MOTOSLOT aatoto toto slot LIGAJAWARA168 Slot Gacor Hari Ini Arena39 slot gacor TOTO SLOT slot online toto slot resmi Slot Thailand MPOSAKTI Slot777 Motoslot Aatoto MOTOSLOT motoslot SLOT THAILAND LIGAJAWARA168 aatotoresmi Slot777 aatoto motoslot MOTOSLOT Motoslot mposakti ARENA39 slot thailand Arena39 Arena39 slot gacor motoslot Aatoto ARENA39 Arena39 aatoto aatoto SLOT THAILAND Ligajawara168 https://www.ligajawara168.org LIGAJAWARA168 LIGAJAWARA168 ARENA39 Arena39 ligajawara168 ligajawara168 Game Online Aatoto judi bola online Ligajawara168 Mposakti Mposakti Arena39 Arena39 Arena39 Mposakti Mposakti Ligajawara168 Ligajawara Mposakti Mposakti ligajawara168 SLOT GACOR motoslot asli motoslot motoslotofficial motoslotresmi motoslot motoslot Link Alternatif aatoto aatoto Motoslot Motoslot CAS55VIP AATOTO daftar cas55 CAS55_OFFICIAL Cas55 CAS55 aatoto CAS55 CAS55VIP slot gacor hari ini Arena39 Piu Arena39 Link Alternatif ARENA39 Thailand Thailand Thailand SLOTTHAILAND SLOTTHAILAND slotthailand aatoto login aatoto aatoto Aatoto Website Gaming aatoto slot Mposakti mposakti Mposakti SLOTTHAILAND Slot Hoki mposakti Rtp Live Rtp Live Rtp Live bali19campany RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Teknik Spin Scatter Pola Spin 10–30 Teknik Spin Santai Rahasia Grid Game Membaca 10 Spin Teknik Spin Bertahap Pola Jam Malam Strategi Spin Naik Turun Pola 20 Putaran Teknik Kombinasi Spin RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE One Spin One Wallet Kill Alasan Kenapa Trader Kripto Portofolio Bukan Mesin Slot Jangan Kasih Diversifikasi Itu Boring Sampai BTC an Kamu Jadi FOMO Beli di Puncak Itu Sama Bodohnya Candlestick Merah Bukan Tanda Buy the Dip Konfirmasi Blockchain Sebelum Jual 3 Spin Lambat Gates of Babylon Cuma Butuh Satu Zona Take Profit Bertahap Lebih Seksi dari Mimpi Rebalancing Bulanan Satu satunya Fitur Auto Cut Hidupkan Turbo Spin Cuma Saat Santai Starlight Princess Ajarin Amunisi Habis Lebih Menakutkan Kripto Bukan Game Jackpot Instan Compounding Berulang Berhenti Mantengin Harga Tiap Detik Cukup Cek Dominasi BTC Bonus Buy Averaging Down Saat Koreksi Aztec Gems Membosankan Tapi Konsisten Sama Seperti Portofolio Jual Setelah Pasar Panik Konfirmasi Hijau Bukan Slot Mania Kripto Orang Gila Pantau Harga Setiap Menit Gates of Olympus Cuma Kasih Aturan Kamu Sisakan Saldo untuk Darurat Bukan Buat Beli Koin Dari Sugar Rush sampai Bitcoin Pelan Tapi Pasti Gates of Olympus Diam Diam Mengajarkan Satu Hukum Emas Sweet Bonanza Tanpa RTP Itu Bunuh Diri—Sama Seperti Hanya Pegang Starlight Princess Berbisik Pelan Jangan Habiskan Wild West Gold untuk Kripto Take Profit Jauh Lebih Sehat Sugar Rush Bisa Turbo Spin Tapi Bitcoin Tetap Butuh Rebalancing Bulanan Itu Membosankan Tapi Dialah yang Menyelamatkanmu Bonus Buy ala Bonanza Gold Averaging Down Saat Bitcoin Koreksi Gates of Babylon Berterus Terang Tak Ada Manusia Pernah Tahu Bottom Compounding dengan Take Profit dari Bitcoin Bukan Soal Jackpot Game Kripto Terpanjang dalam Hidupmu Berhenti Pantau RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Gates of Olympus Diam Diam Mengajarkan Satu Hukum Emas Sweet Bonanza Tanpa RTP Itu Bunuh Diri—Sama Seperti Hanya Pegang Starlight Princess Berbisik Pelan Jangan Habiskan Wild West Gold untuk Kripto Take Profit Jauh Lebih Sehat Sugar Rush Bisa Turbo Spin Tapi Bitcoin Tetap Butuh Rebalancing Bulanan Itu Membosankan Tapi Dialah yang Menyelamatkanmu Bonus Buy ala Bonanza Gold Averaging Down Saat Bitcoin Koreksi Gates of Babylon Berterus Terang Tak Ada Manusia Pernah Tahu Bottom Compounding dengan Take Profit dari Bitcoin Bukan Soal Jackpot Game Kripto Terpanjang dalam Hidupmu Berhenti Pantau Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Pola Scatter Bonus Ritme Permainan Spin Adaptif Strategi 3 Tahap Anti Dead Spin Grid Tengah Aktif Spin Konsisten Pola 10–30 Spin Spin Tanpa Emosi Arah Pola Game Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Psikologi FOMO Konfirmasi Pelajaran Sugar Rush Kebosanan sebagai Keuntungan Mengapa Rebalancing Bulanan Dari Olympus ke Babylon Filosofi Entry di Zona Bukan Angka Mistis Kecil Itu Indah Studi Kasus Take Profit Bertahap dari Metafora Jangan Habiskan Saldo di Satu Posisi Strategi Averaging Down Sweet Bonanza Bunuh Diri Bukti Bahwa Hanya Pegang Satu Aset Bitcoin Turbo Spin vs Sabar Konfirmasi Sugar Rush Mengajarkan Jual Saat Aztec Gems Sepi Peminat Peringatan untuk yang Diskon ala Bonanza Gold Averaging Down Lebih Compounding Bukan Soal Jackpot Ulang Kemenangan Kecil dari Bitcoin RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Strategi Gates of Olympus Mengapa Bitcoin per Transaksi Sweet Bonanza Tanpa RTP Bahaya Mental Hanya Pegang Satu Koin Starlight Princess Hukum Cara Menyisakan Peluru Wild West Gold untuk Trader Rahasia Take Profit Lebih Sehat Sugar Rush dan Konfirmasi Bitcoin Jangan Jual Rebalancing Bulanan yang Membosankan Senjata Bonus Buy ala Bonanza Gold Averaging Down Saat Koreksi Gates of Babylon Tak Ada Manusia Tahu Bottom Beli Bitcoin di Zona Compounding dengan Disiplin Baja Mengambil Profit dari Bitcoin Berhenti Nge Spin Harga Tiap Detik Cukup Cek On Chain Gates of Olympus Berbisik Kamu Bukan Bangsat Kalau Cuma Pakai Sweet Bonanza Tanpa RTP Bunuh Diri Pelan Pelan Starlight Princess Peringatkan Habiskan Saldo di Satu Posisi Selamat Wild West Gold untuk Trader Sadis Take Profit Itu Lebih Seksual Sugar Rush Turbo Spin Memang Cepat Tapi Bitcoin Butuh Rebalancing Bulanan Itu Membosankan Iya Tapi Lihatlah Mayat Bonanza Gold Averaging Down Saat Koreksi Lebih Enak Gates of Babylon Terang Terangan Stop Cari Angka Mistik Compounding dengan Take Profit Bukan untuk Pecundang Stop Nge Spin Harga Tiap Detik Kayak Pecandu Slot Cukup Pengalaman lengkap mengikuti bocoran grup Mahjong wins3 hingga mendapatkan JP besar Kisah nyata pemain biasa yang berhasil menang besar di Mahjong wins3 Strategi tersembunyi Mahjong wins3 berdasarkan bocoran grup aktif Cerita perjalanan menang besar Mahjong wins3 dari modal kecil Rahasia jam gacor Mahjong wins3 yang dibagikan di grup VIP Pengalaman bermain Mahjong wins3 di malam hari dengan pola rahasia Cara mengubah pola bermain Mahjong wins3 hingga mendapatkan scatter berturut turut Kisah pemain lama menemukan pola stabil Mahjong wins3 dan menang konsisten Bocoran pola spin Mahjong wins3 yang viral di komunitas Cerita mengikuti rekomendasi grup Mahjong wins3 hingga mendapatkan free spin beruntun Optimalisasi Keputusan Sesi Bermain Berbasis Fluktuasi RTP Live Analisis Momentum Bermain Mahjong Ways Mengungkap Pola Pemanfaatan Data Real Time dan AI untuk Meningkatkan Studi Komparatif Perubahan Cepat Pola Digital Dari Wild Kewaspadaan terhadap Sinyal Palsu dalam Mahjong Ways Bonus Harian Mahjong Ways sebagai Pemicu Eksplorasi Pola Analisis Statistis Putaran Gratis Mahjong Ways Pengaruh Data RTP Live yang Fluktuatif terhadap Rasa Penasaran Konsep Permainan Klasik Habanero dalam Bonus Spesial Pendekatan Berbasis Pola dan Sistem Adaptif untuk Memahami RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Membedah Adaptive RNG Apakah Algoritma Slot Ramah Pemula Perang Algoritma Bagaimana AI Real Time Mengalahkan State Machine vs RNG Menelusuri Sutradara di Balik Dinamika Era Baru Optimalisasi Sesi Menggunakan Prediksi Data Real Time Robot vs Fluktuasi Pendekatan Cerdas Robotic dalam Memetakan Bahaya Sensory Features Studi Ilmiah tentang Cue Visual Audio Psikologi Visual Mahjong Ways Mengapa Mata Anda Tertipu Dari Wild West Gold ke Mahjong Ways Studi Komparatif Perubahan Kewaspadaan Tinggi Memecah Fokus Visual Pemain Investigasi Eye Tracking Di Mana Pemain Pro Melihat Saat Bonus Free Laporan Mengapa Mahjong Ways Mendominasi Pasar Asia Sementara Aktivitas Komunitas sebagai Metrik Menilai Kesehatan Permainan Bonus Harian sebagai Pemicu Loyalitas Studi Kasus Efektivitas Optimalisasi Turnover Menggunakan Bonus Spesial Habanero Analisis Statistis Putaran Gratis Menghitung Peluang Menarik Mengungkap Pola Acak Terkendali Apakah Kita Bisa Memprediksi Dari Volatilitas Tinggi ke Stabilitas Menemukan Sweet Spot Pendekatan Berbasis Sistem Adaptif untuk Memahami Struktur Tersembunyi Pengaruh Fluktuasi RTP Live terhadap Rasa Penasaran Studi Membedah Metrik Kinerja Retensi Durasi Sesi dan Konversi RTP Live Itu Bohong Mengungksi Manipulasi Fluktuasi di Balik Sesi Mahjong Ways Bukan Acak Bukti Ilmiah Pola Tersembunyi AI Lebih Pintar dari Pemain Pro Bagaimana Data Real Time Stop Percaya Sinyal Palsu Ini Hasil Eksperimen Psikologi Bonus Harian adalah Jebakan Studi Kasus Adaptasi Sistem Dopamin di Ujung Jari Mengapa Fluktuasi RTP Live Membuat Mata Versus Mesin Bagaimana Cue Visual Mahjong Ways Near Miss adalah Senjata Psikologis Membongkar Pola Loyalitas Palsu Peran Bonus Harian dalam Menjerat Pemain Kewaspadaan Gagal Mengapa Pemain Berpengalaman Tetap Terjebak RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP Mengungkap Kebohongan RTP Live Manipulasi Fluktuasi Mahjong Ways Tidak Pernah Acak Bukti AI vs Pemain Pro Mengapa Data Real Time Menghancurkan Stop Percaya Sinyal Palsu Eksperimen Psikologi Visual Bonus Harian sebagai Jebakan Studi Kasus Adaptasi Dopamin di Ujung Jari Fluktuasi RTP Live yang Membuat Pemain Mata versus Mesin Cue Visual Mahjong Ways yang Mencuri Near Miss sebagai Senjata Psikologis Pola Acak Terkendali Loyalitas Palsu Peran Bonus Harian dalam Siklus Kewaspadaan Gagal Mengapa Pemain Pro Tetap Terjebak RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Fluktuasi Bukan Keberuntungan Investigasi Manipulasi Sesi Bermain Polanya Terbaca Tapi Dikendalikan Mahjong Ways Real Time Analytics Senjata AI yang Lebih Tajam Visual Cue dan Uang Hilang Studi Mata versus Eksperimen Near Miss Membuktikan Bahwa Slot Tidak Pernah Adaptasi Sistem Memakan Pemain Bonus Harian Psikologi Dopamin Bagaimana Fluktuasi RTP Live Sinyal Palsu Terstruktur Alasan Pemain Berpengalaman Kasino vs Kognisi Manusia Mengapa Cue Visual Dari Near Miss hingga Loyalitas Palsu Siklus Adaptif Fluktuasi Bukan Keberuntungan Investigasi Pola Manipulasi Polanya Terbaca Tapi Sepenuhnya Dikendalikan Mahjong Ways Real Time Analytics Mengapa AI Menjadi Senjata yang Lebih Tajam Visual Cue dan Uang yang Hilang Studi Mata Manusia Eksperimen Near Miss Bukti Konklusif Bahwa Slot Tidak Pernah Hampir Adaptasi Sistem yang Memakan Pemain Bonus Harian sebagai Umpan Psikologi Dopamin dalam Jeratan RTP Live Bagaimana Sinyal Palsu Terstruktur Alasan Kuat Mengapa Pemain Berpengalaman Kasino versus Kognisi Manusia Mengapa Cue Visual Selalu Dari Near Miss hingga Loyalitas Palsu Siklus Adaptif yang Diam diam Fluktuasi RTP Live dan Perangkap Dopamin Psikologi Penghancur Mahjong Ways dan Sinyal Palsu Struktural Mengapa Pengalaman Kasino Kognisi Eksperimen Cue Visual yang Lebih Dominan Loyalitas Palsu yang Dibangun dari Near Miss Siklus Adaptif Penjerat Wild West Gold Mahjong Ways dan Ilusi Kendali Fluktuasi AI serta Psikologi RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live Rtp live POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP POLA RTP RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE

KATEGORI

  • Advetorial
  • Berita Utama
  • Bitung
  • Bolmong
  • Bolmut
  • Bolsel
  • Boltim
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Featured
  • Hukrim
  • Internasional
  • Kotamobagu
  • Lifestyle
  • Minut
  • Nasional
  • Nusa Utara
  • Olahraga
  • Opini
  • Peristiwa
  • Pilihan Redaksi
  • Politik
  • Sitaro
  • Sulut
  • Teknologi
  • Terkini
  • Wisata

SOSIAL MEDIA KAMI

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2021 BAKLAK.NEWS - dev by PRATAMATECH.

sbobet

judi bola

agen judi bola

bandar qq

toto slot

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLMONG RAYA
    • KOTAMOBAGU
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLSEL
    • BOLTIM
  • SULUT
  • MINUT
  • NUSA UTARA
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • HUKRIM
  • OPINI
  • LAINNYA
    • ENTERTAINMENT
    • FEATURED
    • INTERNASIONAL
    • LIFESTYLE
    • OLAHRAGA
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • WISATA

© 2021 BAKLAK.NEWS - dev by PRATAMATECH.